Senin, 05 November 2012

Menyongsong Abad Emas Khilafah

Siapa yang tak kenal Kapitalisme? Hayoo…Hari gini, ketinggalan zaman kalau masih ada yang tak kenal dengan makhluk yang diberi julukan ‘Kapitalisme’. Apalagi yang bergelar mahasiswa, kentara banget gak GAUL-nya jika masih asing dengan si Kapitalisme ini. Gimana gak, Kapitalisme ini setiap harinya menyapa dan berkeliaran di sekitar kita. Tak satu pun sisi kehidupan yang tak dimasukinya. Sehingga wajar jika kemudian selayaknya kita begitu akrab dengannya. Dimana-mana yang dibicarakan dan dikejar adalah Capital alias money or duit.
Yup, Kapitalisme yang sejatinya adalah salah satu bagian dari 3 ideologi yang ada di dunia. Ideologi ini diusung oleh negara Paman-nya si Sam, Amerika Serikat. Negara teroris superpower di dunia. Ada yang protes? Baca dulu sampai habis kawan jika kamu masih merasa bagian dari kaum intelektual bergelar MAHASISWA. Jangan buru-buru beranjak pergi gitu!
Suerr kawan, ini adalah fakta lho, gak bohong. Negara Paman Sam itulah “The Real Terrorist”. Lihat aja coba gimana ulah Negara superpower ini menghancurkan negeri-negeri muslim di dunia dengan isu ‘War on Terorism’. Invasi di Irak dan Afghanistan, contoh kecilnya. Sadar atau tidak, yang tinggal di dua negeri tadi adalah saudara kita lho kawan. Saudara yang bahkan saking dekatnya, kita diibaratkan ‘satu tubuh’ dengan mereka. Tapi, apa kita saat ini merasakan kepedihan yang mereka rasakan? Ayo, ngaku aja deh!
Back to Capitalism, by the way si Kapitalisme ini karena pengaruhnya yang semakin mendunia, membuatnya terlihat begitu kokoh dan perkasa. Kapitalisme yang aqidah alias landasannya adalah sekulerisme telah meniadakan peran Tuhan dalam mengatur kehidupan. Kewenangan membuat hukum diserahkan pada manusia yang notabene bervariasi dan lemah. Agama hanya boleh dibahas di masjid-masjid, gereja-gereja dan tempat peribadatan lainnya. Namun, di sekolah-sekolah, pasar-pasar, dan tempat-tempat umum lainnya, dilarang bawa-bawa ‘Agama’. Jadinya, gak ada tuh yang namanya HALAL – HARAM. Yang penting mendatangkan materi alias dana, semuanya diembat aja bahkan menjual negaranya sendiri ke kaum kafir sekalipun. Akibatnya, so pasti Kapitalis-Sekuler ini adalah paham yang rusak, gak bisa dan gak cocok dipakai untuk mendatangkan ketenangan dan kesejahteraan hidup.
Dan pada kenyataannya, Kapitalisme hari ini memang sudah diambang kehancuran. Direktur Bank Dunia (World Bank), Robert Zoellick menyatakan ‘Krisis ekonomi di dunia saat ini menunjukkan kegagalan sistem ekonomi kapitalis’. Ungkapan senada dari Morris Berman dalam bukunya “Dark Ages Amerika” mengatakan ‘Imperium Amerika akan segera runtuh’. Hal ini juga diperburuk dengan tuntutan warga yang berasal dari Negara-negara utama pengusung Kapitalisme seperti Amerika dan negara-negara di Eropa. Mereka menuntut adanya perubahan sistem di Negara tempat mereka tinggal. Masih hangat di benak kita, peristiwa “Occupy Wall Street” yang gelombangnya merambat hingga ke seantero dunia dan semakin menyuburkan tumbuhnya gerakan ‘Anti Kapitalisme’ di beberapa Negara. Bahkan Inggris pun akhirnya mendapat gelar baru yaitu “Negara Pengangguran Nomor 1 di Dunia”. Fakta lain, penguasa-penguasa boneka perpanjangan tangan kaum kafir di negeri-negeri muslim pun berguguran satu-persatu, bahkan ada yang mati di tangan rakyatnya sendiri. Itulah sederetan fakta yang membuktikan bahwa Kapitalisme memang telah rapuh tak bergigi lagi. Sistem cacat sejak lahir ini ibaratnya sosok tua renta pesakitan yang tinggal menunggu ajal.
Sementara itu, di sisi lain ada gerakan lain yang perlahan tapi pasti mulai menunjukkan keperkasaannya. Ternyata selain si pahlawan kesiangan Kapitalis, ada pahlawan lain yang tidak kalah hebat bahkan lebih tangguh. Dialah pahlawan sejati yang sesungguhnya, ‘The Real Hero’. Geram aumannya telah berkumandang di seantero jagad. Itulah seruan ‘Kebangkitan Islam’ kawan. Barat lebih mengenalnya dengan julukan Islam politik alias Khilafah.
Nah, sekarang siapa lagi yang gak kenal sama Khilafah? Hayo, unjuk gigi! Zaman gini hanya orang-orang ketinggalan zaman bin kuper juga yang belum kenalan sama si Khilafah ini. Atau paling nggak, orang macam ini kerjanya hanya tidur mulu alias cuek bebek dengan kondisi sekitarnya. Apatis, itu julukannya. Atau mungkin juga memang telmi (telat mikir).
Kalau Negara Amerika Serikat (AS) mungkin semua orang kenal tapi Negara Khilafah, Who knows? Inilah salah satu bukti keberhasilan ideologi Kapitalisme-nya AS telah menggerogoti tubuh umat dunia, tak luput pula kaum muslim. Dengan aqidah sekulerisme yang melekat pada ideologi ini membuat kaum muslim pun akhirnya buta akan agama mereka. Islam hanya sekedar dikenal sebagai agama seputar Shalat, Zakat, Haji, berakhlak baik (termasuk pada orang kafir?! Akhirnya kekayaan alam negeri-negeri muslim ludes!), dan ibadah Maghdah lainnya. Padahal, Islam tak sesempit itu kawan. Jika kalian kenal baik ideologi Kapitalis yang katanya hebat itu, maka satu-satunya lawan sepadan ideologi ini bukan ideologi sesat Sosialis (Tuhan aja mereka gak kenal, parah?!). Namun, lawan sepadan buat si Kapitalis adalah satu-satunya ideologi yang benar yaitu ISLAM. Lho kok? Yup, kalian tidak salah dengar. Ideologi tangguh itu adalah Islam atau seperti yang dikatakan sama orang Barat sana, yakni Islam Politik. Jadi ceritanya Islam itu bukan hanya sederetan kumpulan ibadah ritual semata. But Islam lebih kompleks dari semua itu. Islam punya sekumpulan aturan & hukum dalam semua bidang kehidupan, mulai dari kita “Bangun Tidur” sampai “Bangun Negara”. Entah itu Politik, Ekonomi, Hukum, Pendidikan, Kesehatan dan bidang lainnya; semua udah komplit plit plit.
Coba aja buka Qur’an & tafsirnya surah Al-Anbiya: 107. Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, melainkan dalam rangka rahmat Kami bagi seluruh alam dalam agama maupun dunia, sebab manusia dalam kesesatan dan kebingungan (Syaikh an-Nawawi Al Jawi dalam tafsir Marah Labid (Tafsir Munir) Juz II/47). Rahmat Allah SWT ini bukanlah berkaitan dengan pribadi Muhammad saw. sebagai manusia, tapi sebagai rasul yang diutus untuk  membawa  syari’at yang memang paling unggul dibandingkan aturan-aturan atau agama yang ada di dunia. Pengertian rahmatan lil ‘âlamîn itu terwujud dalam realitas kehidupan tatkala Muhammad Rasulullah saw. kemudian telah mengimplementasikan seluruh risalah Islam di bawah naungan sebuah Negara. Itulah KHILAFAH. So, masih gak percaya Islam itu juga ideologi? Bagi mereka juga yang masih merasa ‘tabu’ dengan Islam politik artinya pikiran mereka masih sempit, terkungkung. Calm down frends, bukannya mengejek tapi buktinya orang Barat yang notabene kaum kuffar itu saja percaya akan kekuatan & kebangkitan Islam, padahal mereka gak ber-Aqidah Islam lho!
Belum lagi, lebih mengherankan mereka yang seringkali juga mengatakan Khilafah itu utopis alias khayalan semata. Mereka yang notabene justru lebih banyak beragama Islam. Yang sehari-harinya mungkin rajin membaca Al-qur’an tapi seakan gak percaya sama ‘busyra’ Rasul: “…Akan tegak kembali Khilafah di atas manhaj Kenabian” (HR. Ahmad). Yang lucunya juga, justru kaum Barat yang kafir telah mengantisipasi sejak dini berita gembira dari Rasulullah ini. Salah satunya yang dirumuskan oleh NIC (National Intellegence Council) yang hasil penelitian mereka dibukukan dalam Mapping The Global Future (MGF), yang diterbitkan pada Desember 2004. NIC dengan segenap kemampuan dan energinya melakukan riset mendalam guna menilai possibilitas (kemungkinan) berdirinya kembali Khilafah akan benar-benar terjadi. Dalam riset itu, NIC memprediksi ada 4 skenario global yang bakal terjadi pada tahun 2020. Dimana pada poin ketiga: A New Chalipate digambarkan bagaimana identitas global yang didorong oleh Islam radikal bisa muncul. Sebuah Khilafah baru diproklamasikan dan berhasil merebut kembali wilayah-wilayah seperti: Timur Tengah, sebagian Afrika dan Asia yang pernah menjadi bagian Khilafah pada masa lalu. Khilafah pun tumbuh menjadi lawan dari ideologi yang ada.
Masih belum puas? Let’s listen their statements. Mantan Menlu Inggris (6 Oktober 2005), Charles Clark mengatakan ‘Tidak boleh ada negosiasi tentang penegakan kembali Khilafah. Tidak boleh ada negosiasi dalam upaya menerapkan hukum Syariah’. Ditambah lagi Komandan Pasukan AS di Timur Tengah, John Abizaid mengatakan ‘Mereka akan berusaha menegakkan kembali Khilafah untuk seluruh dunia Islam. Kita harus belajar dari apa yang mereka ingin lakukan dari mulut-mulut mereka sendiri’. Bahkan Mantan Presiden AS, George W. Bush mengatakan ‘Orang-orang militan itu percaya, dengan menguasai sebuah Negara atau kawasan, mereka akan bisa menyatukan kaum muslim, memungkinkan mereka menggulingkan semua pemerintahan moderat di kawasan tersebut, dan mendirikan sebuah Imperium Islam radikal yang meliputi kawasan Spanyol sampai ke Indonesia’. Jadi, tak heranlah jika kemudian kaum Barat kuffar ini begitu perhatian pada urusan-urusan kaum muslim di negeri-negeri mereka. Istilah kerennya “intervensi asing” di negeri-negeri muslim di dunia, termasuk Indonesia. Kaum kuffar ini terlalu takut akan bangkitnya kembali Imperium Islam yaitu Khilafah. Karena mereka sadar betul, dengan tegaknya Khilafah kembali maka riwayat mereka pun is dead, it’s over!
So, buat kalian yang masih takut dengan istilah Khilafah alias Negara Islam sudah saatnya mengganti cara berpikir dan bertindak yang selalu mengekor Barat Kuffar. Khilafah adalah sesuatu yang sebenarnya sangat dekat dengan kita, umat muslim. Ia ibarat ‘IBU’ yang mengayomi anak-anaknya. Ketika dia diruntuhkan pada 3 Maret 1924 silam, disitulah kaum muslim mulai hidup menderita bahkan tertindas di negerinya sendiri seperti hari ini. Persatuan yang dulunya berada dalam satu kepemimpinan global di masa Khilafah pun tergantikan menjadi nasionalisme, ajang pertumpahan darah sesama muslim hari ini. Saatnya menghentikan sikap acuh dan ego kita yang tak peduli dengan problematika umat hari ini. Apalagi ikut latah mengejek dan menghina para pejuang agama Allah, para pejuang Syariah & Khilafah. Kaum Barat kuffar saja yakin dan takut dengan apa yang mereka perjuangkan, mengapa sesama muslim justru berpecah belah? Bukankah kita dipersatukan satu Aqidah “Laa ilaaha illah Allah”, lantas kenapa Ideologi kita tidak satu, yaitu Islam? Gak seru kawan.
Do you know? With you or without you, ISLAM WILL RISE AGAIN! KHILAFAH WILL LEAD THE WORLD! So, ask your self: MAU JADI PEJUANG ATAU JADI PECUNDANG? Janji Allah dan Rasul-NYA pasti akan terpenuhi. Saatnya menyongsong era ‘Abad Emas Khilafah’ itu kembali. So, make your choice from now! ‘Cause LIFE IS CHOICE! Wallahu a’lam. (3SB)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar