Senin, 05 November 2012

PERMATA YANG TERNODA

Pernah lihat permata? Itu lho..yang cling-cling bling-bling itu, yang membuat mata yang memandang akan berkata “woww…silau man!” walah, ini sih hiperbola banget, hehe..gak segitunya kali ding. Eh, ding itu sapa? Tahu..kucing sebelah rumah! Duh, kok jadi ngelantur gini ya, sory deh..maklum baru belajar nulis jadi agak grogi gitu ^_^.
 
Hmm..sekarang serius nih (kacamata dipasang di hidung, kening pake berkerut..ala pak Profesor) ternyata batu permata itu klo diteliti merupakan campuran dari unsur-unsur mineral yang  dapat membesar tanpa gangguan dan membentuk kristalnya yang khas. Tiap-tiap pengkristalan akan makin bagus hasilnya jika berlangsungnya proses itu makin tenang dan lambat. Bahkan terbentuknya batu permata itu sendiri bisa ratusan, ribuan hingga jutaan tahun dalam perut bumi.
 
Adakalanya permata terlihat berubah-ubah warna. Hal ini terjadi karena proses pemindahan panjang gelombang.  Warna itu juga erat dikaitkan dengan cakra. Putih misalnya, meliputi berlian putih, mutiara putih, dll berkaitan dengan sumber energi di bagian kepala yaitu cakra tertinggi (ketujuh) membantu menciptakan harmoni, kesembuhan dan menjaga kesehatan tubuh. Hijau, meliputi jenis Giok, Jamrut, Malasit hijau, dll berkaitan dengan cakra keempat yaitu di daerah dada/jantung, membantu memperkuat jantung, menumbuhkan kasih sayang, memperkuat otot-otot syaraf, dll. dll. Sebenarnya getaran-getaran yang dihasilkan oleh batu permata itulah yang menimbulkan tenaga atau kekuatan. Itulah sebabnya batu permata juga kadang dijadikan sebagai cincin, gelang, kalung, ikat pinggang, dll yang sekaligus juga berfungsi untuk terapi, relaksasi, ataupun pengobatan.
 
Batu permata dikelompokkan dalam 5 kelas tapi yang termasuk kelas ketiga-lah yang dikenal dengan batu mulia yang banyak dijadikan perhiasan bagi kaum hawa. Walaupun pengaruh itu  tentunya tidaklah mutlak karena pengaruh batu permata itu dibatasi oleh hukum Allah sebagai Sang Penguasa mutlak setiap hamba-Nya.
 
Serius banget ya bacanya? Hmm..Bicara tentang cakra jadi ingat Ying dan Yang. Apaan lagi tuh? Cari tahu sendiri aja ya. Pokoke..Masih banyak lagi warna dan jenis-jenis batu permata yang lain tapi di i-max yang kecil gini gak cukup untuk jelasinnya. Masalahnya entar penulis ditodong lagi bilang mau promosi batu permata disini, lagian juga bukan itu yang jadi pembahasan inti dari artikel ini. Lha, terus tadi panjang lebar bahas permata buat apa? Ya, hitung-hitung perkenalan dengan si permata dulu sekalian nambah referensi pengetahuan, woke?!
 
Setidaknya sekarang kalian sepakat kan klo permata itu bukan barang biasa apalagi benda tak berharga. Tapi permata itu barang berharga yang di zaman sekarang yang serba mahal ini, harga jualnya juga gak kalah saing dalam menguras kantong orang yang menginginkannya. Belum lagi, permata sendiri sampai dikatakan sebagai batu mulia. Batu kok mulia? Gimana caranya? Ehm..k-lo mau protes, tanya aja sama yang kasih nama permata itu batu mulia ya, jangan sama penulis dong!
 
Sebelumnya, mau nanya nih “Pernahkah kamu merasa tidak berdaya & merasa beban yang terpatri di pundakmu begitu berat?”. Aku tidak! Hmm…tidak jarang maksudnya, mengalami hal yang seperti itu. Merasa begitu banyak masalah dan ujian yang datang sehingga kadangkala berpikir aku tak mampu lagi memikulnya. Belum lagi k-lo di saat yang sama aku tak punya teman tuk berbagi, entah memang karena temannya lagi gak ada atau karena masalahnya pribadi jadi gak rela membaginya pada orang lain. Kompleks banget ya.
 
Teringat cerita seorang teman. Kisahnya begini: suatu ketika waktu dia masih kecil, orang tuanya bertengkar hebat di seperdua malam yang gelap nan sunyi. Dia yang tertidur lelap pun akhirnya terbangun dengan paksa dan terkejut menyaksikan yang di depan matanya. Orang tuanya berdiri berhadapan dan bertengkar lisan dengan sengit (untung bukan fisik). Ibunya tampak sudah berlinang air mata, sementara wajah ayahnya merah padam menahan amarah. Yang paling mengejutkannya adalah di tangan ibunya tergenggam sebilah pisau! Dan ibunya berkata: lebih baik bunuh saja aku! Ceraikan aku supaya kau puas! Ayahnya hanya diam. Temanku yang masih kecil tadi bengong, gak percaya apa yang di depan matanya. Apa yang bisa dilakukannya dengan tubuhnya yang mungil untuk mencegah terwujudnya perkataan ibunya itu? Akhirnya karena bingung, ia berlari memeluk dan bersimpuh di kaki ibunya, memohon kepada orang tuanya agar berhenti bertengkar. Untungnya kisah ini berakhir disini, tidak berakhir dengan kasus kriminal, pembunuhan!
 
Lantas sekarang, bagaimana kehidupan temanku itu? Tidak bisa dipungkiri bayangan kelam masa lalunya yang keras mau tidak mau berdampak pada karakternya yang keras juga. Itu tadi hanya salah satu kisah diantara sekian banyak kisah pahit dalam hidupnya. Jangan dibilang, temanku tadi juga sudah berungkali berniat bunuh diri saat merasa terlalu lelah menghadapi semuanya, tapi syukurnya gak pernah kesampaian. Akhirnya, dia hanya bisa bersabar, berdoa dan bersandar pada-Nya. Pengalaman hidupnya tanpa sadar menjadikan dia lebih bijak memaknai hidup dan mungkin lebih tegar dari yang lain ketika menyikapi suatu ujian hidup. Dan hari ini, dia sudah berbeda. Dia telah memilih berada di jalan dakwah, menyerukan kebenaran. Dan tebak yang terjadi, justru kehidupannya dengan ortunya yang gak ada sejarah harmonisnya, namun sekarang hubungan mereka jauh lebih dekat dan adem ayem.
 
Kisah temanku itu hanya salah satu contoh dari beraneka ragam ujian kehidupan yang tidak akan pernah henti melanda selama napas kita masih berhembus. Tergantung manusia kemudian, bagaimana mau menyikapinya..positif atau negative, bertahan atau menyerah. Yang jelas, satu yang harus kita ketahui bahwa ujian itu takkan diberikan di luar kemampuan kita. Percaya atau gak, terserah kamu kawan.
 
Ada satu hal yang baru-baru ini aku sadari. Bahwa penting untuk percaya pada diri sendiri. Konon, katanya tiap manusia memiliki qarin alias jin pendamping. Qarin itu ada dua, satu qarin yang baik dan satunya lagi qarin yang buruk. Makanya manusia dapat ditarik pada dua jenis perbuatan selama dia hidup, baik dan buruk. Untuk itu, sebaiknya dengarlah bisikan kebaikan yang terdapat dalam dirimu karena itu akan mengantarkanmu lebih dekat pada Sang Khaliq. Tapi..eits, 1 hal yang harus kamu ingat: cari tahu dulu mana versi baik dan buruk yang diinginkan oleh Pencipta kita, karena standar kebenaran itu hanya milik-Nya.
 
Semakin banyak ujian yang diberikan kepada seseorang artinya derajatnya harusnya juga lebih tinggi di sisi Allah. Bukankah hanya orang yang kuat dan dipercaya yang akan diberi tugas yang berat pula? Itu karena dia punya kelebihan dibanding yang lainnya. Tapi dengan catatan dia hanya bisa naik pangkat jika lulus tentunya. Maksudnya dia berhasil melaluinya dengan sabar & ikhlas. Iya gak? Sama halnya dengan permata yang kualitasnya semakin bagus jika proses terbentuknya dalam bumi semakin tenang dan lama.
 
Tapi seringkali manusia hidup di dunia hanya disibukkan berkutat pada masalah-masalah pribadi dan gak peduli masalah sekitar. K-lo gak percaya coba aja tengok sekeliling kita, manusia hidupnya individualistis. Contoh: biar aja tetangga kelaparan, yang penting keluargaku makan dengan cukup. Biar aja temanku gak menutup aurat yang penting aku menutup aurat dan jadi gadis baik-baik. Biar aja..biar aja..emang gue pikirin, yang penting hidup gue tenang. Belum lagi, parahnya orientasi hidup manusia hari ini adalah hedonis bin materialistik. Hidup hanya untuk bisa survive di bumi dan hidup tidak lebih dari lembaran duit. Contoh: anak gadis X rela menjual keperawanannya demi bilangan rupiah untuk membantu ekonomi keluarga.
 
Merasa agak panas alias gerah dengan contoh kasus di atas? K-lo iya, baguslah. Seperti halnya permata, jika pada batu permata ada kotoran di dalamnya maka kotoran tsb dapat menghambat proses pengiriman dan penerimaan getaran-getaran alam. Maka pada manusia, sifat individualistik dan orientasi hidup hedonis bin materialistik inilah yang menjadi kotoran yang menghambat kepekaan dan kesadaran manusia pada kondisi yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya sibuk mengurus dan menyelamatkan diri sendiri tanpa peduli saudara-saudaranya banyak yang menderita.
Sekarang, mari kita melihat dalam skala kacamata yang lebih besar. Anak-anak miskin di jalan melarat, tapi para wakil dewan yang tak terhormat di negeri ini malah bermandi harta. Data terbaru, jumlah anak miskin yang tak sekolah tahun ini mencapai sekitar 50 juta anak. Wow, tidakkah itu fantastis? K-lo itu jumlah rupiah sih, 50 juta cukup bisa membuat mata kita jadi pink tapi ini jumlah anak miskin yang tak sekolah, perut rasanya jadi terkocok-kocok (apa hubungannya coba?!). Jadi, pantas aja k-lo di perempatan lampu merah, ketika angkot berhenti maka terdengarlah lagu-lagu dari mulut-mulut mungil mereka mengharapkan ada diantara penumpang angkot yang sudi merogoh kocek mereka. Walau tak jarang kadang juga nasib mereka sedang tak mujur dapat rejeki, dan ketika angkot sudah bergerak saat lampu hijau menyala, dengan sabarnya dan setengah membungkuk mereka berkata “terima kasih pak bu”. Busyet dah, padahal mereka gak dikasih apa-apa lho, salut plus kasihan!
 
Oya, aku juga punya pengalaman menarik tentang anak-anak jalanan ini. Pernah suatu ketika aku dan beberapa orang temanku menikmati malam di Panlos (Pantai Losari) Makassar. Ngapaian? Ya hitung-hitung refreshing, sewot deh! Lanjut, tiba-tiba ada adik kecil mungkin umur 3 tahun mendekati kami dengan gitar plastik kecil di tangannya. Dengan nada yang sangat tidak jelas (bukannya menghina tapi sungguh…tiiiittttt) mengalunlah sebuah lagu yang dipopulerkan oleh salah satu band produk negeri ini “engkau yang sedang patah hati…”. Kami pun terkesima seketika. Bukan..bukan karena suaranya yang merdu tapi terkesima anak sekecil ini nyanyi lagu cinta layaknya orang dewasa. Salah satu temanku pun meminta adik itu untuk menyanyikan lagu anak-anak saja. Adik kecil itu pun diam, dia tak tahu mau nyanyi apa. Kami pun lebih terkesima lagi. Anak kecil justru tak tahu lagu untuk seumuran dia. Kami pun berkata, lagunya sembarang saja yang penting lagu anak-anak. Akhirnya setelah beberapa menit, dia pun bernyanyi “sembarang sembarang..sembarang-sembarang”. Setelah lagi-lagi kami terpana, serempak aku dan teman-temanku tertawa sambil geleng-geleng kepala. Tapi untungnya situasi itu tak berlangsung lama. Mungkin karena tersinggung, adik kecil tadi memutar keras otaknya (gaswat tuh) dan memorinya yang masih seumur jagung dan terlintaslah sebuah lagu di pikirannya. “anak-anak baru masuk sekolah..” dan akhirnya kami pun bernyanyi bersama sambil bertepuk tangan seperti anak kecil, hehe.. Walaupun resikonya, kami jadi pusat perhatian sejenak bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Diantara orang-orang yang datang berpasang-pasangan tapi tidak halal, bergandengan tangan, berangkulan, berpelukan, dan tiitttt…(hush, i-max punya badan sensor disini) Aurat dimana-mana, paha ayam sari laut 11 ribu ripuah, mana kecil lagi tapi disini paha manusia ukuran jumbo gratis. Huh, gak usah ngomongin mereka dengan segala aktivitasnya disini. Aku rasa, bagi yang pernah ke Panlos pasti tahu lah gimana suasana di sana. Aneh bin ironisnya, Pol PP (petugas keamanan) yang ada di sana tugasnya hanya mengajak agar tidak pengunjung Panlos tidak buang sampah sembarangan dan tugas mulia mereka yang lain adalah mengawasi pedagang-pedagang liar yang bisa mengotori daerah disitu. Tapi kemaksiatan merajalela yang dilakukan oleh para pengunjung seolah menjadi hal yang lumrah dan tak mengganggu sedikit pun.
 
Beralih ke bulan suci yang telah berlalu dari hari-hari kita sekarang. Hmm..ingat kan sepertinya kita jadi pada alim-alim ya waktu Ramadhan itu. Jadi banyak beribadah, khususnya ibadah sunah. Jadi merasa ini moment untuk menjalankan syariat Sang Pencipta dan lebih dekat dekat dengan-Nya. Tapi di sisi lain, seolah ada amalan khusus yang haram di siang hari tapi halal di malam hari. Siangnya kaum adam tidak merokok, malamnya habis 1 bungkus rokok. Siangnya pacaran libur, malamnya jalan lancar bergandengan tangan dan berboncengan sama si doi buat tarawih bareng. Ada juga amalan khusus yang seolah wajib di bulan Ramadhan tapi 11 bulan setelahnya seolah jadi tidak wajib lagi hukumnya. Saat Ramadhan 1 bulan, cewek-cewek pada nutup aurat bahkan para artis tv pun pada berlomba-lomba masang kerudung biar lebih keliatan shalehah. 11 bulan setelah Ramadhan, eh kerudungnya terbang deh tertiup angin sepoi-sepoi. Saat Ramadhan, ibadah terjaga, perintah Allah dilaksanakan. 11 bulan setelahnya, ibadah k-lo lagi sempat aja, perintah Allah diabaikan. Pertanyaannya adalah: Emangnya Allah hanya ada saat bulan Ramadhan? Emangnya 2 malaikat di samping kiri dan kanan manusia libur bertugas di 11 bulan berikutnya?
 
Inilah sebenarnya kotoran terbesar yang melekat pada makhluk berakal yang bergelar manusia. Mengkotak-kotakkan, memilah-milah, memisahkan antara urusan dunia dan akhirat atau istilah kerennya Sekularisme yang diusung oleh ideologi bobrok Kapitalisme. Ibadah hanya berlaku pada waktu, tempat, dan situasi-situasi tertentu. Urusan akhirat itu urusan Tuhan tapi untuk dunia, silahkan manusia bebas mengaturnya. Padahal siapa coba yang paling tahu yang terbaik buat manusia? Otomatis ya Penciptanya, itu jawaban yang cerdas.
 
Tapi hari ini yang terjadi adalah manusia terlalu sombong membuat aturan sendiri dan mengabaikan aturan dari Sang Pencipta. Lihat saja bagaimana aturan di semua bidang kehidupan hari ini; mulai dari politik, ekonomi, hukum, pendidikan, kesehatan, dll bersumber atas apa coba? Apa standarnya adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah? Padahal sejak SD kita sudah diajar mata pelajaran pendidikan agama Islam bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup kita. Artinya, harusnya setiap perbuatan kita sesuai dengan apa yang diperintahkan dalam kitab suci itu. Inilah noda besar yang membuat permata yang berharga itu jadi kotor dan kehidupannya di bumi Allah ini tidak sejahtera.
 
Aku tak perlu mengatakan: k-lo begitu siapa yang punya tugas untuk membersihkan noda pada permata itu? Bukankah kalian punya akal, kawan. Gunakanlah itu sebagaimana mestinya. Satu hal yang mau ku tegaskan disini, umat Islam itu adalah permata yang berharga golongan batu mulia. Why? Karena mereka menyembah satu Tuhan, Allah SWT. Mereka beriman kepada-Nya tanpa mempersekutukannya dengan sesuatu pun. Syariah Islam yang dibawa Muhammad saw sebagai manusia termulia adalah hadiah terbesar yang dimiliki umat Islam. Di dalamnya ada aturan di semua bidang kehidupan. Hanya saja itu bisa diterapkan oleh satu-satunya Negara yang disyariatkan-Nya, yaitu Daulah Khilafah. Karena Negara inilah yang akan menjamin terlaksananya Syariat Islam secara kaffah (sempurna) dan menjamin kesejahteraan hidup umat yang bernaung di bawahnya, baik muslim maupun non muslim. Itulah satu-satunya cara membersihkan secara tuntas noda yang melekat pada permata mulia tadi.
 
Sekarang, jika sudah tahu hal di atas, masihkah kamu tidak mau tergerak berjuang? Kecuali kalau nuranimu sudah buta atau mati, maka kamu akan menutup mata akan kemaksiatan dan penderitaan yang menari-nari di depan matamu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar